Puisi-Puisi Rosalia Fantika Dalima

0
56
Senja
Ilustrasi - Foto/Pixabay

Dinding Hitamku

Dinding hitamku yang gelap

Tak sebuah pintu atau 

Lubang pun tak kujumpai

Di segala arah

Aku dibungkus kegelapan

Yang hampir melenyap

Fungsi mataku

          

Dinding hitamku

Tak ku tahu 

Serangkaian ini aku sampai di sini

Sesaat aku merasa terjebak

Dan napasku tersekat

                     

Diriku sendiri hanya mampu

Ku bayangkan dan tak

Tak mungkin ku pandang

Sesaat kemudian kulihat

Cahaya melintas

Entah dari arah mana

Dan ke arah mana

Cahaya itu amat menggiurkanku

Sangat merangsang keinginanku

Untuk mencapainya 

Sahabatku Pelangi

Sahabatku pelangi 

Kaulah orang yang selalu

Ada untukku

Kau hadir memberikan sejuta

Warna-warni dalam hidupku

Yang selalu menerangi

Jiwa dan ragaku

Dari kilauan warna-warni

Pelangimu

Kau selalu membuatku

Tertarik padamu

Keberadaanmu memberikan makna 

          

Dan warna baru dalam hidupku

Namamu selalu melekat

Di hidupku

Sebagai sahabat yang selalu

Membungkus rindu

                    

Di saat kau menghilang dariku                  

Aku harus menemukan dirimu

Jika ku menemukan dirimu

Ku genggam erat tanganmu

Sampai kamu tidak lepas

Lagi dari genggaman tanganku 

                        

Sahabatku pelangi

Selalau ada ruang untukmu satu-satu 

 

Harapanku

Kuceritakan sebait kisah

Harapanku

Ku terdiam dan tak

Mampu ku ucapkan

Kata-kata itu sulit

Ku ungkap

        

Harapanku

Meskipun aku tersesat

Dalam jalanku

Aku terus berusaha dan

Berjuang untuk lepas

Dari jalanku yang

Tersesat itu

Demi meraih sebuah

Harapan yang ingin

Ku jadikan kenyataan

 

Sejenak

Sejenak termenung dalam 

Keheningan 

Menatap-natap apa

Yang ingin ditatap

Menanti-nanti

Saat-saat yang ingin

Dinantikan

Sejenak telah terbayangkan

Terhanyut dalam keheningan

Menghapus kebimbangan

Dan keraguan yang selalu ada

Jika angin pun terus 

                     

Terguncang amat keras

Karena ruang kosong pun

Tak ada lagi 

 

Senja

Senja oh senja

Adakah lukisan indah

Di balik senjamu

Adakah makna dan nada

Syair indah di balik

Keheninganmu

           

Indahnya bulan yang

Terserak bintang

Menerangi malam yang

Kegelapan

Menanti seberkas cahaya

Keajaiban

Untuk melihat kenyataan

Ada kiriman terindah dari

Sang pencipta 

                               

               

Padamu Senjaku

Padamu senjaku

Ku ingin menitipkan sebuah harapan

Yang tersimpan dalam-dalam

Dalam diam seribu bahasa

Ku ingin bumiku yang dibungkus

Dalam kegelapan cepat kembali

Dan bersinar seperti dahulu kala

            

Padamu senja

Ku ingin kau sampaikan

Pada yang kuasa agar

Bumiku diberikan cahaya

Biar hati dan jiwa yang selalu

Gelisah diterangi kembali

              

Serangkaian ini ku ingin agar

Kau hadir sebagai sejuta

Warna dalam kegelapan

Biar jiwa yang layu

Bangkit dan membangun

Dengan harapan yang baru

                     

Padamu senjaku

Ku berharap dia kembali

Indah bersama waktunya

                                                                    

Bintang Malam

Bintang yang terserak

Menghiasi langit

Menyinari malam yang begitu sunyi

Kau datang dengan cahaya yang

Sangat indah dan mengilau 

       

Mata boleh buta

Dalam melihat

Tapi hati akan tetap bersinar

Terang seperti bintang di langit

Untuk menunjukkan arah tujuan 

                 

Berharap selalu ingin

Menatapmu sepanjang

Waktu 

Lautan Cinta

Cinta yang terbentang luas

Seperti laut

Dan selalu melambung

Bagaikan api asmara yang

Bergejolak memanaskan hati 

        

Meskipun cinta dibatasi

Oleh jarak dan waktu

Untuk berlabuh

Tapi hati tetap bersatu

Karena namamu selalu

Terukir indah dalam

Lubuk hati 

                

Walaupun angin terus

Terguncang amat keras

Namun ruangan yang

Kosong pun tak ada lagi

Untuknya bersinggah

                                                    

Mentari Pagi

Mentari yang terlintas

Dan tak pernah jemu

Untuk menyapa pagi

Dengan sinarnya yang

Indah dan penuh kehangatan 

        

Memberi cahaya

Pada dunia kegelapan

Meskipun terhalang oleh

Kabut putih yang

Menyelimutinya

Tetapi tetaplah bersinar

Karena tak ada lagi

Tempat bagimu bersembunyi 

            

Surabaya, 2019-2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here