Puisi-Puisi Angelo Cefreeco Dirpa Syukur

0
193

Beri Judul?

1/ Manis dan pahit. Menjadi satu dalam rangkai kemalangan

Sejuta hampa. Memaknai rusuh dengan rekaan muslihat.

“engkau tak akan pernah tahu soal arti kehilangan

Yang sesungguhnya. Sungguh.

Kau tak paham!”

Hanya oleh kata dan waktu, yang oleh kefanaannya tahu-menahu

Soal kehilangan kesenduannya.

Hanya oleh orang-orang yang tak mencintai, sebab terjebak

Dalam keterlaluan akan cinta dirinya.

Rtng, 2020

2/ Semogakan saja harimu yang penuh dengan

Peluh keluh. Jikalau esok masih ada, jangan biarkan lagi,

Kita terus meranah dalam rapuh titik tangis.

Rtng, 13/6/2020

3/ tiada bisikan tenang di ambang sore nan lalu.

Yang ada hanya riuh rendah penonton,

Dalam lakon hidup yang diam-diam

Egois dengan senyumnya sendiri.

Rtng, 2020

Tuhan(kah?)

Ah, Tuhan!

Mengapa Kau jadikan aku seperti ini?

Aku tak paham sebenarnya soal aku yang seolah-olah

Menikmati d(s)uka tanpa adanya cinta?

“sudahlah. Biarkan saja”

lantaran kuhempaskan dia lewat sebatang rokok yang

Tahu tentang mengikhlaskan

(asap rokokku terus membumbung naik seperti

Sedang menghantarkan persembahan kain)

Amin.

Rtng,.2020

Candu(ku-mu)

Jangan tanyakan lagi soal canduku.

Masih seperti dahulu.

“merangkak diam lalu pergi”

pergilah diam-diam lewat kecanduan

Candamu.

Rtng, 2020

Penulis: Angelo Cefreeco Dirpa Syukur, siswa SMAS Seminari Pius XII Kisol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here