Nenek moyang orang Papua

museum ekspo

Kehadiran manusia pertama Papua, sekitar 50.000 tahun yang lalu. Hal ini berdasarkan bukti data arkeologi yang ditemukan di Situs Teluk Huon, sebelah utara Papua Nugini.

Bukti arkeologi ini berupa kapak batu yang disebut dengan waisted atau kapak berpinggang.

Nenek moyang pertama ini dikenal dengan Austromelanesia, yang menjadi nenek moyang orang Papua, Papua Nugini dan Melanesia.

Nenek moyang pertama ini membawa pengetahuan yang berharga, yaitu pembuatan api.

Bisa dikatakan bahwa orang Austromelanesia ini yang pertama kali mengeksploitasi daerah Pulau Nugini adalah pemburu dan pengumpul makanan, yang akhirnya bisa menentukan yang mana dari sumber alam yang tersedia di lingkungannya yang bisa dimakan, dengan bereksperimen memakan apapun yang tersedia di alam.

Fauna yang terdapat di Nugini sama sekali belum terbiasa dengan manusia ketika mereka harus berhadapan dengan manusia-manusia yang lapar. Karena itu, kepunahan marsupial berbadan besar yang merupakan fauna endemik Nugini karena ulah manusia.

Setelah punahnya mamalia berbadan besar, hewan buruan yang ada hanya terbatas pada hewan-hewan kecil seperti tikus tanah, kuskus, kanguru tanah dan kanguru pohon.

Orang Austromelanesia ini dari Teluk Huon kemudian berpindah ke Situs Kuk di Lembah Waghi, dataran tinggi Papua Nugini dan mengembangkan pertanian keladi pada 8.000 tahun yang lalu, kemudian mereka juga bermigrasi ke Lembah Baliem Papua dan mengembangkan pertanian buah merah pada 7.000 tahun yang lalu.

Selain buah merah, tanaman labu air bahan koteka juga mulai dibudidayakan di Lembah Baliem.

Keberadaan kolam air asin di pegunungan tengah Papua juga menjadi daya tarik penghuni awal Papua untuk menempati wilayah tersebut. Di beberapa lokasi terpisah di wilayah dataran tinggi bisa dijumpai kolam-kolam air asin. []

Foto: Museum Expo-Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, tempat menyimpan benda-benda sejarah dan arkeologi – Lomes.id/dok.

Penulis: Hari Suroto, Peneliti di Balai Arkeologi Papua

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *