Mengintip transportasi andalan di Wamena

Data Samsat Jayawijaya seperti dikutip dari Wamena Dalam Angka 2018 (BPS), jumlah kendaraan di Wamena pada tahun 2015 sebanyak 252 mobil penumpang, 115 kendaraan bermotor, dan 167 truk, serta satu landasan pesawat terbang.

Saat ini transportasi udara menjadi andalan ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Dalam hitungan menit, hilir mudik, pesawat penumpang dan pesawat kargo take off dan landing Sentani-Wamena pulang pergi.

Semua kebutuhan pokok dan bahan bakar diangkut menggunakan pesawat kargo dari Sentani. Pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo, progam utamanya adalah penyelesaian jalan trans-Papua yang menghubungkan Kota Jayapura dengan Wamena.

Saat ini, hanya kendaraan double gardan saja yang bisa melintasi jalan trans-Papua dari Jayapura. Pertanyaannya, jika jalan trans-Papua sudah bisa dilalui kendaraan umum, apakah era pesawat kargo dan pesawat penumpang akan berakhir?

Ada nilai positifnya dengan adanya jalan trans-Papua, harga kebutuhan pokok dan bahan bakar akan semakin terjangkau.

Namun akan ada permasalahan baru yaitu, miras (minuman keras) dengan mudah akan sampai di Wamena melalui jalan darat.

Belajar dari daerah Meepago, lapangan-lapangan terbang perintis sebagian sudah tidak berfungsi lagi sejak adanya transportasi darat dari Moanemani ke Nabire.

Untuk di Wamena sendiri, era pesawat kargo ke depannya mungkin akan berakhir, sedangkan pesawat penumpang tetap akan ada, karena dalam kehidupan modern, mobilitas manusia dituntut semakin cepat dan efisien waktu.

Meski becak tidak ditemukan dalam data BPS, karena hanya kendaraan, truk, dan pesawat, moda transportasi publik seperti becak menjadi andalan di Wamena kota.

Becak masih bisa dijumpai di Wamena, kota yang berada di ketinggian 1.650 meter di atas permukaan laut. Bahkan pemerintah Kabupaten Jayawijaya telah membuat peraturan daerah yang memproteksi becak agar tetap eksis di Wamena.

Wamena terletak di pegunungan tengah Papua, dan merupakan pusat administrasi Kabupaten Jayawijaya. Salah satu dari distrik 40 distrik di Kabupaten Jayawaya, Papua. Luasnya hanya 110,85 kilo meter persegi. Terdapat 40.116 penduduk pada 2017 menurut data BPS (2018), dengan 22.611 laki dan 17.505 jiwa perempuan.

Becak-becak ini diterbangkan dari Jayapura menggunakan pesawat kargo. Mungkin becak di Wamena adalah becak termahal dan satu-satunya becak di dunia yang berada di daerah tinggi.

Bentuk becak di Wamena serupa dengan becak-becak yang ada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Memang becak-becak ini didatangkan dari Makassar pada 1979, kemudian dikirim ke Jayapura menggunakan kapal laut.

Adanya becak ini telah mengubah kebiasaan masyarakat Wamena, yang sebelumnya suka berjalan kaki dalam semua aktivitasnya, kemudian lebih banyak naik becak pergi ke kantor, sekolah atau ke pasar.

Kehadiran becak di Wamena, walaupun laju becak ini tidak secepat ojek sepeda motor, sangat membantu warga, dan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari warga. Becak sudah menjadi salah satu alat transportasi penting dan favorit digunakan masyarakat di Kota Wamena.

Becak berperan mempercepat mobilisasi warga dan telah menjadi “simbol” modernitas di Lembah Baliem. Selain itu becak juga mengubah relasi sosial dalam komunitas masyarakat di Lembah Baliem.

Ongkos naik becak ini tergantung jarak, untuk jarak terdekat biasanya Rp 10.000, selebihnya akan dikenakan lipatan Rp 5.000 atau 10.000. Namun untuk mencegah terjadi kesalahpahaman dan kekecewaan, sebaiknya melakukan penawaran dan kesepakatan bersama sebelum naik becak tersebut.

Pengayuh becak ini, rata-rata pemuda putus sekolah atau pemuda dari pedalaman yang mengadu nasib ke Kota Wamena.

Saat ini, moda transportasi di Wamena sangat beragam, ada ojek dan angkutan antarkota (angkot) atau taksi.

Dalam perda yang dibuat oleh Pemkab Jayawijaya, hanya putra asli setempat atau pemuda suku Dani yang boleh menjadi pengayuh becak. []

 

Foto : Seorang pemuda di Wamena mengayuh becaknya – dok.penulis

Penulis: Hari Suroto, peneliti di Balai Arkeologi Papua

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *