DomaiNesia
Beranda Catatan Sejarah

Catatan Sejarah

Sejarah Gereja Katolik di Pulau Kimaam (Keuskupan Agung Merauke) – 4

Pater van Kampen dan Pater Mensvoort pindah ke daerah Muyu (1966) dan Pater Verhage kembali ke Kimaam melayani bagian atas, sedangkan bagian bawah dilayani...

Sejarah Gereja Katolik di Pulau Kimaam (Keuskupan Agung Merauke) – 3

Pater Joop yang kebetulan berada di Merauke kembali ke Kimaam dan atas nama Bapak Uskup menyampaikan bahwa kepala agama dengan sedih hati harus mengeluarkan...

Sejarah Gereja Katolik di Pulau Kimaam (Keuskupan Agung Merauke) – 2

Akhirnya pada bulan Januari 1959 suster-suster PBHK tiba di Kimaam. Suster Adela mengambil alih tugas dari Suster Roovers dan Sr. Germana ditugaskan mengatur asrama...

Sejarah Gereja Katolik di Pulau Kimaam (Keuskupan Agung Merauke)

Bagian I: Pater Thieman, MSC membangun rumah pastorannya di Kimaam tahun 1935. la mulai berjalan dengan perahu dalam rawa-rawa raksasa di daerah itu.  Pada waktu musim...

Sejarah Gereja Katolik Kepi – Mappi (Keuskupan Agung Merauke) – 2

Bagian II : Pada akhirJuli 1959, sekelompok orang (lebih dari seratus orang) yang berasal dari suku bangsa Tjitah turun dari daerah mereka melalui Sungai Miwamon...

Pater Petrus Vertenten MSC, juruselamat “kaya-kaya”

Sekitar satu abad lalu, kira-kira dalam kurun waktu tahun 1913-1925,  di Merauke muncul wabah penyakit yang sangat ganas. Wabah penyakit yang menular itu "menghantam"...

Sejarah Gereja Katolik Kepi-Mappi (Keuskupan Agung Merauke)

Bagian I : Daerah Kepi-Mappi didiami oleh suku Yahray. Benih iman Kristiani ditaburkan di situ oleh Pater Meuwese, MSC pada tahun 1937. Sesudah Perang Dunia...

Sejarah Gereja Katolik Bade (Keuskupan Agung Merauke) – 2

Bade merupakan paroki yang strategis karena terletak persis di pinggiran Sungai Digul

Sejarah Gereja Katolik Bade (Keuskupan Agung Merauke)

Bade adalah sebuah desa dan menjadi pusat paroki Digul Bawah, Pater Grent dan Pater Rievers menyeberangi Sungai Digul dengan bantuan bapak Kadmaerubun. Mereka mengunjungi untuk pertama kali dua suku bangsa yang hidup di situ, yaitu orang Yahray di Sungai Nambeomon dan orang Awyu di Sungai Bamgi-la (1936).
- Advertisment -

Most Read

Pater Tom, misionaris Papua yang suka senyum dan terbuka

“Kalau Pater Tetteroo, OFM keluar rumah senantiasa ditemani oleh bebek suzukinya (motor) dan ia orang yang suka menyapa umat dengan khas senyumannya." Pater Tetteroo, OFM...

Ini ruangan saya

1. Ada yang kesulitan menemukan ruang Peluh bercucuran dengan sayang, Juga kenang-kenang yang mengakhiri tenang. Aduh sayang, Perasaan sebenarnya soal basa-basi  Penuh amis dan tak tahu diri. Jika pada suatu kesempatan Kita...

Selamatkan ibu bumi kita Papua

Ibu bumi kita Papua telah hancur. Hampir setiap saat ia mengeluarkan ratap tangis, karena penderitaan yang harus ia tanggung. Bencana ekologis semacam pemanasan global,...

Bagaimana berbicara jujur, jelas, dan benar (Sebuah refleksi)

“Semua bergantung pada kata.” Demikian A. A. Teeuw, kritikus sastra Indonesia berkebangsaan Belanda berujar.   Kekuatan kata dapat menghasilkan seuntai puisi yang membekas sepanjang zaman. Sebut...