Biar kami makan itu corona

0
32

Pada suatu sore bapa kepala desa mengelilingi kampung untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya virus corona.

Dengan membawa megafon andalan dari desanya, ia langsung berteriak di sepanjang jalan di atas mobil pick up, sehingga tiba-tiba tiga orang warga kampung—Santus, Sintus dan Sinta—kaget.

“Perhatian-perhatian, bapa /ibu dan sodara dorang, mulai sekarang tidak boleh keluar rumah. Dilarang ganda-ganda (ngobrol), kumpul-kumpul , dan tidak boleh ada acara masuk minta, bayar mas kawin atau belis. Semua harus tetap di rumah!!”

Tiba-tiba Santus, Sintus dan Sinta mendekati bapa desa dan menanyakan perihal corona.
Dengan PD (percaya diri) Sintus dan Santus pasang muka bengis dan tanya.
“Bapa desa stop dulu! Memangnya corona itu binatang apa ka?”
Bapa desa langsung stop dan menjawab mereka, “Iyoooo, pokoknya jangan kepala batu karena ini corona sangat berbahaya!!”
Sintus, Sinta dan Santus kompak dengan mengancam menjawab, “Aehhhhh, lebih baik kami makan itu korona daripada kami lapar. Kami mau ke kebun cari babi hutan.”
Mereka bertiga mengira korona adalah sejenis binatang liar atau rusa yang biasa dimakan komodo. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here