Bahasa Fiji mirip bahasa Manggarai

Tadi malam saya jalan-jalan di laman google. Mau cari dan belajar bahasa Papua Nugini (Tok Pisin). Siapa tau yaro kalo ke perbatasan bisa omong dengan kaka-kaka dong di sana to. Omong-omong dengan kawan-kawan tentara PNG di perbatasan, di Skouw.

Eh, tiba-tiba saya nyantol di bahasa Fiji. Tepatnya Bau Fiji. Saya penasaran dan baca terus sampe tra bisa tidur. Sa akhirnya bolak-balik halaman google untuk cari referensi yang bisa dijangkau.

Puji Tuhan, saya semakin diperkenalkan oleh banyak bacaan. Googling lagi dan jaringan ko tinggal turun-naik, turun-naik, karena hujan semalaman.

Saya pun menemukan bahasa Fiji dialek Bau atau Bau Fiji. Ternyata bahasa Fiji mirip dengan bahasa Manggarai.

Namun, sebelum sa kasitau beberapa kosakata dua bahasa ini, yakni bahasa Fiji dan bahasa Manggarai, seperti di judul di atas, saya hanya ulas sedikit soal Fiji.

Kawan-kawan di Jawa sana atau Indonesia barat lainnya, barangkali asing dengan nama ini. Tapi untuk Papua, Fiji merupakan “saudara” satu kawasan: Pasifik.

Fiji adalah sebuah negara di lautan teduh atau Samudra Pasifik bagian selatan. Ibu kotanya Suva. Fiji merupakan daerah jajahan Inggris sejak 10 0ktober 1874 dan baru merdeka penuh 10 Oktober 1970.

Nama resminya Republic of Fiji (Republik Fiji) dengan kepala negara Presiden dan kepala Pemerintahan Perdana Menteri.

Wilayahnya berbatasan dengan Vanuatu di bagian barat, Solomon Island di barat laut), Tuvalu di utara, Wallis and Futuna di timur laut, dan Tonga di timur.

Sebagai sebuah negara kepulauan, Fiji punya 332 pulau dengan dua pulau utama, yaitu, Pulau Viti Levu seluas 10,388 km2 dan Pulau Vanua Levu seluas 5.587 km2 beserta pulau-pulau kecilnya. Dengan demikian, luas negara ini sebesar 1,26 juta km2, luas daratan 18.272 km2.

Kota-kota pentingnya adalah Nadi yang terdapat bandara internasional dan Laukota, di Vanua Levu ada Labasa dan Savusavu, serta Kepulauan Yasawa sebagai destinasi wisata andalannya.

Sedangkan bahasa yang digunakan di sana adalah bahasa Inggris, Fiji Bau dan bahasa Hindi​​. Penduduk Republik Fiji beragam atau dari berbagai etnis, di antaranya, keturunan Eropa, Fiji, India, Cina, dan penduduk lokal.

Bahasa Fiji yang dipakai adalah dialek Bau atau Fiji Bau. Lalu apa hubungan bahasa Fiji dengan bahasa Manggarai, di bagian barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur?

Secara administratif memang sangat jauh, sangat jauh di Pasifik sana.. Manggarai ada di negara Indonesia dan negara Fiji di Pasifik Selatan.

Manggarai hanya sebuah daerah di ujung barat Pulau Flores. Daerah ini dulunya hanya satu kabupaten dan kini menjadi tiga kabupaten: Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur.

Penduduk di tiga kabupaten tersebut menggunakan bahasa Manggarai dengan beragam dialek dan subdialek. Beberapa dialek misalnya, dialek Mukun, Kisol, Lambaleda, Ruteng (Manggarai tengah) Pacar, Kolang, Lembor dan Kempo.

Bahasa Manggarai sudah diabadikan dalam kamus Manggarai-Indonesia dan Indonesia-Manggarai oleh J.A.J. Verheijen. Kamus Manggarai-Indonesia diterbitkan tahun 1967 dan Indonesia-Manggarai pada tahun 1970.

Pada tahun 1856, Freijss (Deki, 2018) menulis beberapa kosakata Manggarai. Tahun 1940, sesudah kedatangan Belanda, Pater A. Burger menulis artikel etnografi dengan fokus pada gramatikal dan beberapa term bahasa Manggarai.

Masih tulis Deki, sejak tahun 1917 misionaris Katolik, seperti Pater Dorn, Th. Koning, N. Bot dan P. Vostermans mencatat kosa kata bahasa Manggarai secara terus-menerus. Pater Verheijen baru melakukannya tahun 1937 dan secara reguler mengumpulkan teks-teks tentang kehidupan orang Manggarai.

Lalu dimana kesamaan bahasa Fiji dan Manggarai?

Bahasa Fiji termasuk dalam bahaya Melayu-Polinesia atau proto melayu, dan merupakan rumpun bahasa Austronesia.

Rumpun bahasa Austronesia tersebar mulai dari Taiwan dan Hawaii di utara hingga Selandia Baru di selatan dan Madagaskar di barat sampai Pulau Paskah di timur.

Austronesia mengacu pada wilayah geografis penduduk berbahasa Austronesia, meliputi, Pulau Formosa, Kepulauan Nusantara (termasuk Filipina), Mikronesia, Melanesia, Polinesa, dan Pulau Madagaskar. Austronesia artinya kepulauan selatan.

Dikutip Wikipedia, Linguis Jerman, Wilhelm von Humboldt tahun1834, dalam “Mengenal bahasa Kawi di pulau Jawa” (1836-39) menciptakan nama “Melayu-Polinesia” untuk menyebut rumpun bahasa yang bertebar dari pulau Madagaskar (barat) sampai Pulau Paskah (timur).

Zaman dahulu sebelum bahasa penduduk non-Han Tionghoa Taiwan dipelajari secara baik, bahasa Austronesia disebut sebagai bahasa Melayu-Polinesia secara keseluruhan.
Bahasa Melayu-Polinesia punya ciri awalan, akhiran, sisipan dan kombinasinya.

Rumpun bahasa Austronesia terdiri dari Melayu-Polinesia dan Melayu-Polinesia Inti, sedangkan pembagiannya adalah Sunda-Sulawesi dan Melayu-Polinesia Tengah-Timur (Sumba-Flores, Flores-Lembata, Selaru, Kei-Tanimbar, Aru, Maluku Tengah, Timor, Kowiai, Teor-Kur, Halmagera-Cenderawasih dan Oseanik–hingga bahasa Polinesia dan Fiji).

Berikut di bawah ini saya sarikan beberapa contoh bahasa Fiji dialek Bau dan bahasa Manggarai, serta kemiripan keduanya dalam hal bunyi, kata, dan makna.

Lako = berjalan (Fiji)
Lako mai = datang (Fiji)

Lako = berjalan (Manggarai)
Mai = datang, sini (Manggarai)

Namu = nyamuk (Fiji)
Namok = nyamuk (Manggarai)

Uca = hujan (Fiji)
Usang = hujan (Manggarai)

Vua-na = buah (Fiji)
Wua = buah (Manggarai)

Wai = air (Fiji)
wae = air (Manggarai)

Kalavo = tikus (Fiji)
Lawo = tikus (Manggarai)

Kocei = siapa (Fiji)
Cei = siapa (Manggarai)

Kutu = kutu (Fiji)
Hutu = kutu (Manggarai)

Levu = besar (Fiji)
Lewe = panjang/besar (Manggarai)

Maca = kering (Fiji)
Masa = kering (Manggarai)

Mate = meninggal (Fiji)
Mata = meninggal (Manggarai)

Mama a = mengunyah (Fiji)
Mama = mengunyah (Manggarai)

Manumanu = burung (Fiji)
Manuk = ayam (Manggarai)

Mata na = mata (Fiji)
Mata = mata, meninggal (Manggarai)

Tubu = tumbuh (Fiji)
Todo = tumbuh (Manggarai)

Tu = berdiri (Fiji)
To’o = berdiri/bangun/bangkit (Manggarai)

Tamata = orang (Fiji)
Ata = orang (Manggarai)

Ulu na = kepala (Fiji)
Ulu (sa’i) = kepala (Manggarai)

Vatu = batu (Fiji)
Watu = batu (Manggarai)

Vula = bulan (Fiji)
Wulang = bulan (Manggarai)

Wati na = istri (Fiji)
Wina = istri (Manggarai)

Waka na = akar (Fiji)
Wake, wake na, wake ne = akar, akarnya (Manggarai)

Bilangan dan angka

E dua = satu (Fiji)
Ca = satu (Manggarai)
E rua = dua (Fiji)
Sua =  dua (Manggarai)

E tolu = tiga (Fiji)
Telu = tiga (Manggarai)

E va = empat (Fiji)
Pat = empat (Manggarai)

Lima = lima (Fiji)
Lima = lima (Manggarai)

Ono = enam (Fiji)
Enem = enam (Manggarai)

Vitu = tujuh (Fiji)
Pitu = tujuh (Manggarai)

Walu = delapan (Fiji)
Alo = delapan (Manggarai)

Ciwa = sembilan (Fiji)
Ciok = sembilan (Manggarai)

Sagavulu = sepuluh (Fiji)
Cempulu = sepuluh (Manggarai)

Dari uraian singkat di atas, saya berkesimpulan bahwa bahasa Fiji dan bahasa Manggarai punya kemiripan, karena memang berasal dari satu rumpun, yaitu austronesia–bahasa Melayu-Polinesia.

Tulisan sederhana ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, terutama oleh karena ketersediaan referensi buku yang minim dan hanya menfandalkan referensi internet dan pengetahuan saya sendiri. Kalaupun sidang pembaca berkenan menambah rujukan, dipersilakan melalui diskusi. Salam! []

Foto: Secara administratif memang sangat jauh, sangat jauh. Manggarai ada di negara Indonesia dan negara Fiji di Pasifik Selatan – screenshot google map

#JPR, lbags19

Sumber:

Bahasa Fiji dialek Bau Fiji, http://word-dialect.blogspot.com/2012/04/bahasa-fiji-dialek-bau-fiji.html?m=0, diakses di Jayapura, 15 Agustus 2019, dinihari

Bahasa Manggarai, http://sejarah-indonesia.perpustakaan.web.id/id1/446-329/Bahasa-Manggarai_90303_sejarah-indonesia-perpustakaan.html, diakses di Jayapura, 15 Agustus 2019, dinihari

Belajar Kosa Kata Dan Frase Bahasa Fiji Bau, Rabu, 20 Februari 2019, https://www.belajarbahasaasing.com/2019/02/belajar-kosa-kata-dan-frase-bahasa-fiji.html?m=0, diakses di Jayapura, 15 Agustus 2019, dinihari

Kamus manggarai : Disusun oleh Jilis A.J. Verheijen : 1-2., https://www.worldcat.org/title/kamus-manggarai-disusun-oleh-jilis-aj-verheijen-1-2/oclc/469115566&referer=brief_results

Kanisius Teobaldus Deki, Bahasa Manggarai, Minggu, 21 Oktober 2018, https://kanisiusdeki.blogspot.com/2018/10/bahasa-manggarai.html?m=1, diakses di Jayapura, 15 Agustus 2019, dinihari

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Suva, Republik Fiji, Profil Negara dan Kerjasama, https://kemlu.go.id/suva/id/pages/hubungan_bilateral/1530/etc-menu, diakses di Jayapura, 15 Agustus 2019, dinihari

Rumpun Bahasa Austronesia, http://sejarah-indonesia.perpustakaan.web.id/id3/446-329/Austronesia_25808_sejarah-indonesia-perpustakaan.html, diakses di Jayapura, 15 Agustus 2019, dinihari

Rumpun bahasa Melayu–Polinesia, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rumpun_bahasa_Melayu%E2%80%93Polinesia, diakses di Jayapura, 15 Agustus 2019, dinihari

Rumpun bahasa Melayu-Polinesia Inti, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rumpun_bahasa_Melayu-Polinesia_Inti, diakses di Jayapura, Papua, 15 Agustus 2019, dinihari

Rumpun bahasa Oseanik, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rumpun_bahasa_Oseanik, diakses di Jayapura, 15 Agustus 2019, dinihari

Wikipedia, Fiji, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Fiji, diakses di Jayapura, 15 Agustus 2019, dinihari

Wikipedia, Melanesia, https://id.m.wikipedia.org/wiki/Melanesia, diakses di Jayapura, 15 Agustus 2019, dinihari

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *