DomaiNesia

de Lomes

171 KIRIMAN15 KOMENTAR
https://www.lomes.id

Pater Tom, misionaris Papua yang suka senyum dan terbuka

“Kalau Pater Tetteroo, OFM keluar rumah senantiasa ditemani oleh bebek suzukinya (motor) dan ia orang yang suka menyapa umat dengan khas senyumannya." Pater Tetteroo, OFM...

Ini ruangan saya

1. Ada yang kesulitan menemukan ruang Peluh bercucuran dengan sayang, Juga kenang-kenang yang mengakhiri tenang. Aduh sayang, Perasaan sebenarnya soal basa-basi  Penuh amis dan tak tahu diri. Jika pada suatu kesempatan Kita...

Selamatkan ibu bumi kita Papua

Ibu bumi kita Papua telah hancur. Hampir setiap saat ia mengeluarkan ratap tangis, karena penderitaan yang harus ia tanggung. Bencana ekologis semacam pemanasan global,...

Bagaimana berbicara jujur, jelas, dan benar (Sebuah refleksi)

“Semua bergantung pada kata.” Demikian A. A. Teeuw, kritikus sastra Indonesia berkebangsaan Belanda berujar.   Kekuatan kata dapat menghasilkan seuntai puisi yang membekas sepanjang zaman. Sebut...

Pembebasan sebagai etika solidaritas

Penulis: Vredigando Engelberto Namsa, OFM, Biarawan Fransiskan Provinsi Fransiskus Duta Damai Papua, tinggal di Papua Akar terdalam kebutaan moral terletak pada pandangan tragis tentang sejarah....

TOP AUTHORS

171 KIRIMAN15 KOMENTAR
3 KIRIMAN0 KOMENTAR
- Advertisment -

Most Read

Pater Tom, misionaris Papua yang suka senyum dan terbuka

“Kalau Pater Tetteroo, OFM keluar rumah senantiasa ditemani oleh bebek suzukinya (motor) dan ia orang yang suka menyapa umat dengan khas senyumannya." Pater Tetteroo, OFM...

Ini ruangan saya

1. Ada yang kesulitan menemukan ruang Peluh bercucuran dengan sayang, Juga kenang-kenang yang mengakhiri tenang. Aduh sayang, Perasaan sebenarnya soal basa-basi  Penuh amis dan tak tahu diri. Jika pada suatu kesempatan Kita...

Selamatkan ibu bumi kita Papua

Ibu bumi kita Papua telah hancur. Hampir setiap saat ia mengeluarkan ratap tangis, karena penderitaan yang harus ia tanggung. Bencana ekologis semacam pemanasan global,...

Bagaimana berbicara jujur, jelas, dan benar (Sebuah refleksi)

“Semua bergantung pada kata.” Demikian A. A. Teeuw, kritikus sastra Indonesia berkebangsaan Belanda berujar.   Kekuatan kata dapat menghasilkan seuntai puisi yang membekas sepanjang zaman. Sebut...