Apa harapan dialog Papua?

Penulis: RP Edy Doga, OFM, Staf SKPKC Fransiskan Papua

0
216
dialog papua
Dialog Papua menuju tanah damai membutuhkan tatap muka secara langsung antarpribadi, berpartisipasi dalam dialog Papua yang jujur dan terbuka - Foto/Pixabay.com

Harapan dialog Papua adalah mewartakan Kerajaan Allah, yakni keadilan, perdamaian, dan cinta kasih. Terutama kepada mereka yang hak-hak hidupnya dirampas atau mereka yang terasing dari situasi manusiawi yang wajar.

Dialog Papua merupakan model, wahana dan cara hidup yang baik, subyek yang dilayani maupun subyek yang melayani, dicirikan oleh kesahajaan, kemurahan hati, dan keprihatinan mendalam bagi sesama lainnya.

Keprihatinan kepada sesama (kaum lemah, yang miskin, dibunuh, dan terlantar) meminta dan menuntut keterlibatan yang aktif dalam kreatif dalam perjuangan dan pengorbanan, tidak hanya menentang kemiskinan, ketidakadilan, ketidaktahuan, penginjakan HAM, melainkan terutama melawan kejahatan, kebobrokan dalam hati manusia, yang merupakan akar segala macam kejahatan dan ketertindasan di Papua.

Jika hal-hal ini bisa terpenuhi atau sekurang-kurangnya mendekati perubahannya, maka peluang perdamaian di tanah Papua bisa dikatakan efektif.

Efektifitas hidup di tanah Papua menuju damai bisa dilihat sejauh mana komunitas yang berbelas kasih, senasib, dan sependeritaan terwujud di tanah Papua menuju Papua tanah damai.

Dampak konteks itu, kata orang bijak dan jujur, pelayanan dirancang semacam aktivitas dan kreativitas penderitaan bersama masyarakat inilah suatu karya, suatu pelayanan yang mengarah kepada keselamatan, tidak hanya untuk diri sendiri, warna kulit, suku, status, dan agama, tetapi juga keselamatan untuk semua orang.

Itu berarti keselamatan adalah hak dan milik semua ciptaan, baik manusia, maupun alam semesta.

Dialog Papua

Dialog Papua merupakan komunikasi interaktif yang berkenaan dengan segala yang menjadikan kebutuhan manusia, untuk keselamatan hidupnya di tanah Papua dalam komunitas atau masyarakat.

Dialog Papua bertujuan untuk mengedepankan saling memberi dan menerima kebutuhan hidup, saling tukar pendapat, dan perasaan keprihatinan, dambaan serta pengalaman seseorang terhadap yang lain secara jujur dan terbuka, serta dilakukan secara bebas dan bertanggung jawab, dengan tidak mengurangi hak dan kewajiban setiap orang yang terlibat di dalamnya.

Komunikasi ini menumbuhkan tanggapan yakni adanya keprihatinan bersama atas masalah yang sama, adanya keinginan bersama atas tujuan yang sama. Adanya kehendak baik dan benar terhadap orang lain maupun alam semesta di tanah Papua semakin menyempurnakan dirinya.

Pendeknya, dialog Papua merupakan komunikasi antarkebutuhan manusia dan alam semesta, untuk mendapat keselamatan; bisa antara lain, kebutuhan fisiologis: rasa aman, bebas dari ketakutan, kecemasan, kebutuhan religius, iman, harapan, cinta kasih, dan damai.

Kebutuhan-kebutuhan itu ditukarkan, diberikan kepada sesama yang lain, diterima, dan ditanggapi dengan nilai yang sama walaupun dalam bentuk yang berbeda.

Dialog Papua menuju tanah damai membutuhkan tatap muka secara langsung antarpribadi, berpartisipasi dalam dialog Papua yang jujur dan terbuka.

Tanpa kejujuran dan keterbukaan, Papua tidak akan damai. Kejujuran berarti tampil apa adanya, tidak berpura-pura asli sebenarnya dan sesungguhnya.

Keterbukaan berarti di satu pihak kita berani memberi masukan apa adanya kepada orang lain, di pihak lain kita berani menerima orang lain apa adanya. Keduanya berani menyatakan dan menerima orang lain apa adanya. Keduanya berani menyatakan dan menerima perbedaan, sekaligus berarti menyatakan dan menerima dalam kesamaannya.

Penghormatan

Manusia sebagai manusia karena mereka adalah pribadi. Pribadi itu tidak dapat tidak mempunyai harkat dan martabat. Harkat dan martabat itu memiliki manusia bukan karena suatu pemberian tetap karena penerimaan.

Artinya, tidak ada seorang pun manusia yang mampu memberikan harkat dan martabat pribadi, tetapi manusia menerimanya oleh karena manusia itu adalah makhluk ciptaan Allah yang mulia. Harkat dan martabat itu diterima dari Allah.

Dalam hal ini pribadi itulah yang harus dihormati. Hormat berarti menjunjung tinggi apa dan bagaimananya pribadi itu.

Apa yang menyangkut segala potensialitasnya, fisiknya untuk berkarya dan berpartisipasi dalam pembangunan dirinya dan masyarakat, akal budinya untuk berpikir dan berpendapat, berkreasi, dan berinovasi; maupun jiwanya untuk bersatu dengan penciptanya.

Persaudaraan

Persaudaraan universal yakni setiap pribadi memandang pribadi lainnya sebagai saudara. Itu berarti persaudaraan dilakukan tanpa memandang segala bentuk perbedaan, baik berdasarkan suku, agama, warna kulit, maupun golongan.

Hal yang pokok adalah memandang manusia sebagai sesama, dan karena itu pantas diperlakukan sama seperti memperlakukan diri kita sendiri.

Persaudaraan ini menolak segala macam bentuk penindasan dan penganiayaan di tanah Papua; misalnya kemiskinan, ketidakadilan, kekerasan, peperangan, kerusakan lingkungan, dan pembunuhan.

Persaudaraan universal tidak meniadakan keunikan setiap pribadi. Keunikan justru dilihat sebagai kekayaan bersama. Ada yang beragama Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, dan aliran kepercayaan.

Semua itu sangat dihargai dan tidak boleh diganggu gugat. Tetapi eksistensinya didukung, disemangati, dan dilindungi.

Jika ini tercapai maka akan mengalami hidup bersama sebagai warga negara Indonesia yang membebaskan dan menghidupkan. Itu semuanya realisasi dari dialog Papua.

Pengembangan

Dalam dialog Papua, setiap orang dituntut untuk mengembangkan nilai-nilai universal sebagai dasar kehidupan bersama. Jadi, bukan nilai-nilai, atau ajaran-ajaran tertentu yang kita pandang sebagai yang baik dan benar. Yang menjadi dasar justru nilai-nilai yang diakui dan diterima serta berlaku umum. Misalnya keadilan, cinta kasih, kebenaran, kebebasan, dan solidaritas.

Pengembangan nilai-nilai universal ini tidak bisa diatasi oleh berbagai bentuk perbedaan, tetapi sebaliknya memperkuat dan mendukung perbedaan yang ada. Kita akan semakin mengimani dan menghayati ajaran agama ketika kita memperlakukan orang lain sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaannya.

Demikian juga orang lain semakin menjadi dirinya sendiri ketika dia memperlakukan orang lain sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaannya.

Pendeknya nilai-nilai itu membantu kita untuk mencapai keharmonisan, kerukunan, kebahagiaan dalam hidup secara khusus tanah Papua dan secara umum di Indonesia.

Karena itu, dialog Papua merupakan media yang bisa diandalkan untuk mengefektifkan pengembangan kesejahteraan masyarakat. Dalam dialog akan terjadi realisasi yang menghidupkan seluruh warga masyarakat Papua. Maka untuk menuju Papua bangkit, mandiri, dan sejahtera kita melakukan dialog Papua, agar dialog menyadarkan revolusi mental kita di Papua. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here