Ada Roh Allah

0
38
cerita lucu
Ilustrasi - Foto/Dokpri

Ini cerita dari Pa Guru Agama saya sewaktu kelas 1 atau 2 SMA.

Saya kira masih ada kawan-kawan sekelas yang masih mengingatnya.

Dia ceritakan ini cerita pas siang, kira-kira jam 11 atau 12.

Panas teriknya Labuan Bajo (Flores) saat itu tidak mau kompromi, sehingga praktis murid-murid ngantuk berat. Kita di Papua bilang “ngantuk bunuh“.

Biar tidak ngantuk dan rileks, Pa Guru selingi pelajaran agama Katolik ketika itu, dengan cerita semi lucu.

Saya masih ingat ceritanya, tapi tidak detailnya, dan karena itu saya mereproduksinya.

Ceritanya begini:

Di sebuah kampung, kebetulan bulan doa rosario, entah Mei atau Oktober.

Biasanya di daerah saya, kalau bulan Mei dan Oktober umat di kampung-kampung atau basis (kini kelompok basis gerejani), mengadakan doa rosario atau ngaji giliran, dari rumah ke rumah.

Itu tiap malam selama 31 hari.

Berapa pun jumlah rumahnya, maka tiap rumah harus mendapat giliran dikunjungi sebagai tempat doa rosario.

Sehabis doa rosario biasanya dilanjutkan dengan makan kue serabe, jagung, ubi, atau keladi dengan kopi.

Rumah full karena hampir semua warga; tua, muda, dan anak-anak datang berdoa.

Suatu malam ada doa rosario di rumah seorang bapak. Sebut saja di rumah Bapak Timoteus Marten.

Waktu itu bulan terang (wulang mongko neho dere di Kae Ivan Nestorman).

Selesai doa rosario semua umat pulang ke rumah masing-masing. Tengah malam.

Karena bulan purnama, situasi kampung seperti siang hari. Nera wulang eta awang.

Ketika umat-umat satu kampung besar ini keluar dari rumah si tuan rumah, tiba-tiba ada satu bapa tua ngos-ngosan berlari dan berteriak.

Umat-umat ini kaget dan tanya, “ada apa?”

Si bapa tua terus berteriak-teriak, “rohk alah, rohk alah!!”

Umat-umat balik tanya, “dimana, dimana??”

“Di atas pohon,” katanya sambil menunjuk ke ranting pohon kapuk.

Memang di kampung-kampung hampir pasti ditumbuhi banyak pohon dadap, kapuk dan kopi.

Kalau kapuk sudah kering biasanya “rangkang” atau bermekaran.

Si bapa tua ini pun mengarahkan umat satu kampung itu ke pohon tadi.

Semua umat langsung berlutut di bawah pohon itu ketika mereka melihat ke langit ada “penampakan warna putih”.

Karena pas bulan doa rosario, umat yakin bahwa ujud doa mereka malam itu dikabulkan, sehingga Roh Allah datang dan melayang-layang di ranting pohon kapuk.

Padahal si bapa tua punya maksud tadi datang bawa kabar, bahwa di atas pohon itu ada “rok alas”.

Tapi karena kaget dan takut dia berlari sampai ngos-ngosan (hahal). Lidahnya keseleo mengucap, “rohk alah, rohk alah“.

Umat-umat mendengarnya “Roh Allah”. Sekian. []

#JPR15520

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here