Tentang Lomes

Lomes.id: Bersolek dengan kata, berkaca pada fakta. Menulis yang luput diliput, meliput yang luput ditulis.

Weblog ini semacam “ruang kelas” untuk memproduksi bacaan alternatif, yang berkonsentrasi pada hal-hal sederhana sekitar kita, terutama di kawasan timur Indonesia, baik sosial-budaya, pariwisata (ekowisata) dan sejarah, maupun hal-hal sederhana lainnya, yang luput diliput dan diliput untuk ditulis, dan ditulis sebagai refleksi kritis-etis, untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tulisan yang tersaji di depan pembaca adalah ulasan santai dan sederhana–gaya khas Indonesia timur–yang diupayakan semaksimal mungkin menjadi tulisan yang indah–sebagaimana filosofi kata lomes yang berarti indah atau bersolek–dan enak dibaca. 

Ya, sedianya dapat mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara: ad intelligam per litera.

Administrator : Timoteus Rosario Marten, si keriwil-gimbal yang kepalanya su plontos tapi bukan Plato. IG: nana_rosario_mr, twitter: @marten_tm, facebook: Timoteus Rosario Marten.

Kontributor:

  1. Hari Suroto, Peneliti di Balai Arkeologi Papua (arkeologi)
  2. Saudara Vredigando Engelberto Namsa OFM, Biarawan Fransiskan Provinsi Fransiskus Duta Damai Papua (sejarah dan religi)
  3. Marcellino Yomkondo
  4. Benediktus Bame
  5. Erik Jumpar
  6. Oost Junas
  7. Ponsius Econg
  8. Ignasius Suradin
  9. Angelo Cefreeco Dirpa Syukur
  10. Rosalia Fantika Dalima

Kritik atau masukan bisa dikirim ke email: lomesid@lomes.id atau fanpage: De Lomes

Alamat: Gg Jati 8, Jln. Beringin, Perumnas 2 Jayapura, Papua

Terima Kasih